Sang Penganiaya Dibalas oleh Allah SWT

بسـم الـله الرحـمن الرحـيم 

الحــمد للـه المـلك الـمـتعــال، المــنزة مـن الشــركــاء والأمــثال، الــذي بــين لـعـبا ده الـحــرام والــحـلا ل. اشـهـد ان لآالـه الااللــه وحــده لاشــريك لــه شــها دة تصـلـح الـقلـب واللـســا ن

 مـن فـســاد الأفـعــال، واشــهــد ان مــحمـدا عــبده ورســولــه الـمـنقــذ مـن الضــلا ل .اللـهـم صـل وسـلـم عـلى عـبدك ورســولــك المـتصــف بالكــمـــال، ســيدنا مــحـمـد وعـلى الــه وصـحـبــه بالـغــدو واللأصــال

أمأ بـعـد

 فيــا أيـهـا المـعـتفـكون رحمكــم اللــه، اتقــوا اللــه حــق تقــا تــه ولا تمــو تن الا وأنـتم مـسلمـون

وأعــوذ باللــه مـن الـشـيطـان الـر جـيم، بـسـم اللــه الـر حـمن الـر حـيم

قــل تعــا لوا اتــل مــا حــرم ربـكم  عليــكم  ألا تشــركوا بــه شــيئا وبالوالــدين اِحســانا ج ولاتقتلــوآ أولادكم مــن امــلاق قلى  نحــن نرزقــكم وايــاهم ج ولا تقــربوا الفــواحش مــا ظهــر منهــا ومــا بطــن ج ولا تقــتلوا النفــس التي حــرم اللــه اِلا بالحــق ج ذلــكم وصـــــكم بــه لــعلكم تعقلــون.

صـــــــــــــدق اللــــــــــه الــعظيـــــــمـ

       Di kesempatan khutbah kali ini alfaqir hendak menyampaikan keterangan ayat di atas seperti yang pernah kami simak dari seorang ‘alim. Bukan asbabun-nuzul dari ayat tersebut, namun hikmah ayat yang coba kami uraikan dan semoga dapat sama-sama kita ambil manfaat dan barokahnya untuk kehidupan kita sekarang dan seterusnya, amin, ya Rabbal ‘alamin…

       Terjemah ayat tersebut adalah ; “ Katakanlah : “ marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu : janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapa, dan janganlah  kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka ; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh  jiwa yang diharamkan Alloh ( membunuhnya ) melainkan dengan sesuatu ( sebab ) yang benar “. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami(nya). “ (QS. Al-An’am : 151 )

       Insya Allah secara tekstual kita sama-sama memahami arti ayat tersebut. Bahwa, jika kita mengaku muslim maka haram hukumnya menyekutukan Allah.

ألا تشــركوا بــه شــيئا

       Menyekutukan bisa juga disebut berselingkuh, menduakan atau mengakui baik secara sadar atau tidak sadar adanya Tuhan selain Allah. Dan menyekutukan Allah tidak berarti orang-orang yang nyata-nyata menyembah berhala/ patung saja. Tapi yang kerap terjadi adalah ketika seorang muslim tidak menyadari perasaan menganggap dirinya paling berkuasa di antara muslim lainnya. Karena perasaan angkuh/ sombong itu sumbernya dari syaitan, sedangkan syaitan itu sendiri adalah musuh bukan sekutu bagi tiap orang Islam. Solusinya jauhilah syaitan dengan jalan mendekat kepada Allah. Mendekat kepada Allah artinya kita harus mendekat pada ‘alim ulama, para ustadz atau orang-orang yang yang diberi amanah ilmu agama. Karena merekalah yang diberi warisan menyambung risalah Rasulullah SAW. Oleh karena itu hendaknya seorang muslim beribadah dengan ilmu, karena ibadah tanpa didasari ilmu itu bisa sesat dan menyesatkan. Dan akan lebih sesat lagi jika yang telah berilmu tapi kemudian mengingkarinya. Analoginya jika kita hendak membetulkan genteng maka hendaknya mengambil washilah tangga atau alat sebagai sarana agar bisa sampai ke atas. Jika ingin makan maka bekerjalah, jika ingin kaya maka berusahalah, jika ingin barokah maka terimalah hasil upaya dan doa yang telah Allah karuniakan. Dst…

وبالوالــدين اِحســانا

       Selanjutnya berbuat baiklah kepada ibu bapak. Mafhum mukholafahnya, haram hukumnya menyia-nyiakan keberadaannya baik ketika mereka masih hidup ataupun ketika sudah meninggal. Lebih-lebih ketika mereka telah meninggal seorang anak sudah seharusnya selalu mendoakan kebahagiaan mereka di alam lain,  menjaga martabatnya, meneruskan cita-cita baiknya serta menyambung silaturrakhim dengan teman-teman baiknya semasa hidup. Semuanya menjadi salah satu bukti bakti seorang anak kepada orang tua. Janganlah sampai orang-orang berkomentar kok anak-anaknya tidak seperti orang tuanya ? Atau pantas saja anaknya berakhlak tidak baik  karena, karena… dst… na’udzubillah min dzalik !

       Itulah salah satu alasan kenapa nisan kuburan orang umum tidak dianjurkan untuk ditulisi nama si penghuni kubur itu, karena dikhawatirkan aib-aibnya semasa hidup akan selalu menjadi bahan cerita/ gunjingan bagi para pencibir. Namun tidak demikian bagi kuburan orang ‘alim nisannya dianjurkan ditulisi namanya dengan tujuan tazkiroh, penyemangat ibadah bagi para peziarah.

ولاتقتلــوآ أولادكم مــن امــلاق. نحــن نرزقــكم وايــاهم

       Kemudian ayat tersebut menerangkan,  janganlah membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Karena setiap anak manusia telah mendapat catatan rezekinya masing-masing. Salah satu hikmah ayat ini adalah seorang muslim seharusnya sejauh mungkin menghindari mencari rezeki dari jalan yang tidak diridoi oleh Alloh; mengambil hak orang lain, mengaku-ngaku sebagai orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadi, menggoshob, merampas, mencuri, korupsi, dsj. Karena rizki yang didapat dari jalan yang tidak sah nantinya akan mengalirkan darah yang tidak halal bagi  anak-turunannya. Maka sayangilah anak turunan kita dengan memberinya rezeki yang halal dan barokah. Di samping itu dia juga telah menggali kuburan kebencian atau paling tidak perasaan teraniaya dari orang-orang yang telah dirugikannya. Artinya meski orang itu telah mengikhlaskannya tapi tidak demikian halnya dengan Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.

اٍتـقــوا دعــوة المظلــوم واٍن كــان كــافــرا. فــاٍنـــه ليــس دونـــها حــجا ب : الحــديــث

Takutlah kalian pada orang yang teraniaya sekalipun ia seorang kafir. Karena sesungguhnya tidak ada tabir ( penghalang ) antara dirinya dengan Tuhan. “ 

       Hadits tersebut merupakan peringatan Rasulullah kepada umatnya agar senantiasa berhati-hati menjaga hubungan dengan sesama muslim bahkan dengan orang kafir sekalipun (yang tidak memusuhi Islam ). Baik hubungan persaudaraan, pergaulan, perdagangan, pekerjaan, dll. Tidak diperkenankan salah satu diantara mereka menyakiti atau menindas yang lainnya. Maka dengan tanpa membalas pun Allahlah yang akan turun tangan langsung untuk membalaskan perasaan teraniaya mereka. Azab seperti apakah ? Wallahu a’lam.

ذلك بمــا قــدمت أيــديـــكم وأن اللــه ليس بظــلام للــعبيــد

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasannya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. “ ( QS. Ali ‘Imron : 182 )

        Seorang ulama besar menerangkan hikmah  Hadist  Nabi tentang tidak bolehnya seorang muslim saling membenci baik karena ada atau tidak ada sebab, tidak diperkenankan memutus hubungan saudara baik kepada saudara biologis ( satu keturunan ) maupun saudara karena pertemanan  usaha ataupun pergaulan hanya karena salah satu merasa dirugikan.

        Namun beliau juga melanjutkan nasihatnya janganlah  kalian berdekat-dekatan atau berteman dengan syaitan-syaitan yang  nyata dari jenis kalian. Hikmah ayat tersebut masih bersambung, semoga kami bisa melanjutkan.

Wallaahu a’lam bish-showab.

بارك اللـه لي ولـكم في الـقـرأن الـعـظيم , ونـفـعـني واٍيـاكم بـمـا فيـه مـن الأيـات والـذكـر الـحـكيـم. وتـقـبل مـني ومنـكـم تـلاوتـه انـه هـو الـسـمـيـع الـعـليـم

____________________________________Khutbah II_____________________________________

ألـحـمـد للـه حـمـدا كـمـا أمـر. أشـهـد ان لا الـه الا اللـه وحـده لا شـريـك لـه اٍ رغـامـا لـمـن جـحـد بـه وكـفـر. وأشـهـد ان مـحـمـدا عـبــده ورسـولـه سـيـد الـخـلائـق والـبشـر. اللـهـم صـل عـلي سـيـدنـا مـحـمـدنالـمـخـتــار، وألـه الأطـهـار، وأصـحـابـه الأخـيـار،. وسـلـم تـسـليـمـا كـثـيرا.

أمــا بـعــد

فـيـا عـبـاد اللـه أوصيـكـم واٍيــاي بـتقـوى اللـه فـيمـا أمـر، وانـتـهـوا عـمــا نـهــاكـم عـنـه

 وحـذ ر.واعـلـمـوا أن اللـه أمـركـم بـدأ فـيـه بـنـفـســه، وثـنـي بـمـلا ئـكـتـه  قـد سـه، ولـم يـزل قـائـلا عـلـيــما: اٍن اللــه ومـلا ئـكـتــه يـصـلــون عـلـي الـنـبـى يـا أيـهـا الـذ ين أمـنـوا صـلــوا عـلـيـه وسـلـمــوا تـسـلـيـمـا

” اللـهـم اغـفـرلنــا ولــوالــدينا وللـمـسـلـمـين والـمـسـلـمــات والـمؤ مـنـين والـمـؤ مـنــات من أخــوالنا وخــالاتنــا وجميـــع أهلينــا ألأحـيـاء مـنـهـم والأنـوات. اللــهم انا نستـــحفــذك ونستــودعــك أدياننــا وأبــدنا وأنفسنـــا وأمــوالنــا وأهلنــا وكل شيئ أعطيتنــا.اللــهم اجعلنــا وايــاهم في كنفــك وامــانك وعيــادك وجــوارك من كل شيطــان مــريد وجبــار عنيــد وذي عــين وذي بغي ومن شــر كل ذي شــر انــك عــلى كل شيئ قــدير. اللــهم حطنــا باالتــقوى والإستقــامــه وأعــدنا من مــوجبــات النــدامــه فى الحــال والمــال انــك سميــع الــدعــاء. وصــل اللــه عــلى النبي الأمي وعــلى ألــه وصــحبه وســلم. والــحمــد للــه رب الــعــالــمين. “

ولــذكــر اللــه أكــبر

Mesjid at-Taqwa Kaliwadas

23 Rabi’uts-Tsani 1434 H

16 Maret 2012 M

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s