Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

بسـم الـله الرحـمن الرحـيم 

الحــمد للـه المـلك الـمـتعــال، المــنزة مـن الشــركــاء والأمــثال، الــذي بــين لـعـبا ده الـحــرام والــحـلا ل. اشـهـد ان لآالـه الااللــه وحــده لاشــريك لــه شــها دة تصـلـح الـقلـب واللـســان  مـن فـســاد الأفـعــال، واشــهــد ان مــحمـدا عــبده ورســولــه الـمـنقــذ مـن الضــلا ل .اللـهـم صـل وسـلـم عـلى عـبدك ورســولــك المـتصــف بالكــمـــال، ســيدنا مــحـمـد وعـلى الــه وصـحـبــه بالـغــدو واللأصــال. أمأ بـعـد! فيــا أيـهـا المـعـتفـكون رحمكــم اللــه، اتقــوا اللــه حــق تقــا تــه ولا تمــو تن الا وأنـتم مـسلمـون

أعــوذ باللــه مـن الـشـيطـان الـر جـيم، بـسـم اللــه الـر حـمن الـر حـيم : ســبحــن الـذي اســرى بـعـبده ليـلا مـن المـســجـد الحــرام الي المـسـجــد الأقـصــا الـذي بــركنـا حــولــه لنـر يــه مـن أيـاتنــا. انــه هــو السـمـيـع البـصــير( الاســراء: 1) صـدق اللـه الـعـظيم 

أيـهــاالحــاضـرون رحـمكــم اللـــه

     Isra Mi’raj seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab, seorang pengarang  Tafsir al-Misbah, adalah peristiwa yang luar biasa. Setiap kali kita mengagumi hal yang luar biasa, spontan kita mengucapkan perasaan kagum dengan kalimat ;  سـبحــن اللــه  atau Maha Suci Allah. Pun demikian halnya ketika berkisah mengenai Isra Mi’raj, Allah SWT mengawalinya dengan kalimat ; Subhaanalladzi…ila akhirihi.

Lebih lanjut diuraikan dalam karya beliau, di awal surat al-Isra dipaparkan keluarbiasaan peristiwa tersebut, yang sekaligus juga menyucikan Sang Maha Kuasa dari dugaan-dugaan makhluk-Nya yang tidak taat ( orang-orang kafir ), bahwa Dia tidak kuasa melakukan hal yang luar biasa. Dan semua itu juga dalam rangka membuktikan, bahwa perintah-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam surat an-Nahl, bukanlah karena Allah tak mampu melakukan sesuatu dengan cepat.

اتــي امـر اللــه فـلا تسـتـعـجـلـوه. سـبحـنه وتـعـالى عـمـا يشـركـون. (النحـل:1

“ Telah pasti datangnya ketetapan Allah ( hari Kiamat ) maka janganlah kamu meminta agar disegerakan ( datang ) nya. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. “

     Mengambil hikmah dari ayat tadi, hendaknya kita tak perlu memaksa diri untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat. Ibarat makanan cepat saji atau instant, sesuatu yang instant biasanya berkadaluarsa atau ada batasnya. Tidak langgeng. Biarlah semua berjalan wajar, mengalir seperti air, terarah dan pasti tujuannya, tanpa mengurangi usaha dan doa . Pun demikian halnya dengan hari Kiamat, jika ketetapan hari itu datangnya tidak saat itu kenapa kaum musyrikin memaksa-maksa Rasulullah agar membuktikan janji Tuhannya itu? Sebagai umat Islam cukuplah bagi kita meyakini, bahwa hari akhir itu pasti datang.

فيـا أيهـا المـسـلمـون أسـعـد كم اللــه !

     Kembali pada peristiwa Isra Mi’raj ;

واصـبـر ومـا صـبـرك الا بـاللــه ولا تحـزن عـليهـم ولا تـك فـي ضـيق مـمــا يمـكـرون ( النحـل:127 

 Bersabarlah ( hai Muhammad ) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Alloh dan janganlah kamu bersedih hati  terhadap ( kekafiran ) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan. “

     Menurut Syaikh As-Sya’rawi, akhir surat an-Nahl tersebut menggambarkan kehidupan Rasulullah yang tengah menghadapi masa-masa sulit, yakni gangguan risalah beliau dari kaum kafir Quraisy yang kian menjadi-jadi, kesedihan karena wafatnya Abu Tholib_ pamannya yang senantiasa membela dakwahnya,  juga istri tercintanya_Khadijah, yang senantiasa mendukung dan menanamkan ketenangan kepada beliau. Kepergian anggauta keluarganya itulah yang sangat dirasa oleh Rasulullah, sehingga tahun kematian itu disebut ‘Amulhuzn atau tahun kesedihan.

     Allah SWT tidak meninggalkan manusia pilihan-Nya ini serta membuktikan bahwa Dia selalu bersamanya. Seakan-akan Allah menghibur dengan kalimat “ Kalau penduduk bumi menolak kehadiran dan menentang ajaran yang kau sampaikan, tidak demikian halnya dengan penduduk langit. ”

     Nah, bertolak dari kejadian-kejadian yang menimpa Rasulullah itulah kemudian Alloh meng-isra’mi’rajkan. Hikmahnya untuk kita antara lain adalah bahwa siapa saja yang tengah menegakkan kalimat Allah, membela kesucian Islam, menjadi guru mengaji, berdakwah, mencari penghidupan yang halal, menjaga martabat rumah tangga dan keluarga, menjaga hubungan baik dengan orang tua, guru, teman, tetangga, bahkan non muslim sekalipun_jika semua itu didasari niat mengharap ridla Allah, menjalankan syariat Islam, maka insya Allah pasti Allah yang akan menjadi Penolongnya.

ان تـنصــر اللــه ينصــركـم

            “ Jika kamu menolong agama Alloh maka Alloh akan menjadi penolongmu. “

فيــا أيهـا الـجـمــاعــة  رحـمكـم اللــه

     Ayat pertama  surat al-Isra’ dimulai dengan menyebut keagungan Alloh, Subhanallah. Dengan mengucapkan  kata Subhanallah si pengucap mengakui, bahwa tidak ada perbuatan Allah yang kurang atau tidak sempurna atau tercela, tidak ada ketetapan-Nya yang tidak adil, baik terhadap manusia, makhluk lain maupun si pengucap itu sendiri. Kata Subhanallah juga biasa digunakan untuk menunjukkan kegaguman terhadap sesuatu. Dalam konteks ayat ini yang mengagumkan tersebut adalah peristiwa Isra Mi’raj. Perjalanan Isra bukanlah atas kehendak Raasulullah. Juga tidak terjadi atas dasar kemampuannya. Tapi isra mi’raj terjadi karena Kehendak dan Kekuasaan Allah SWT.

     Selanjutnya kata Lailan dalam ayat سـبحــن الـذي أســرى بـعــده لـيلا, sepintas_masih kata Quraish Shihab, tidak diperlukan setelah ada kata asra’ yang sudah mengandung arti ‘perjalanan malam’. Beberapa ulama berpendapat kata Lailan mengandung makna ‘sedikit’, sehingga dapat difahami bahwa perjalanan malam itu tidak berlangsung sepanjang malam, tapi hanya beberapa saat dari waktu malam saja. Bahkan riwayat lain menyebutkan, perjalanan malam itu berlangsung sangat singkat. Sehingga, ketika Rosulullah kembali ke rumahnya di Mekkah, beliau masih menemukan kehangatan pembaringannya yang baru saja ditinggalkan.

     Ada juga ulama yang berpendapat, kata Lailan mengisyaratkan bahwa peristiwa yang mengagumkan itu terjadi di waktu malam ketika semua orang tengah tidur.
Dengan demikian perjalanan itu  bukanlah dengan jasad beliau, melainkan dengan jiwa atau mimpi. Sedangkan menurut Sayyid Quttub, kata tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang “ ketenangan malam dan ketenangan jiwa yang dipenuhi gerakan yang lemah lembut. “
Jama’ah Shalat Jum’at yang kami muliakan.

     Yang pasti, apa pun  menurut pendapat mereka tentang tafsir surat al-Isra ayat 1 tersebut, adalah insya Allah masih dalam kerangka kekaguman mereka akan peristiwa Isra Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW.  Wallahu a’lam bish-shawab.

بارك اللـه لي ولـكم في الـقـرأن الـعـظيم , ونـفـعـني واٍيـاكم بـمـا فيـه مـن الأيـات والـذكـر الـحـكيـم. وتـقـبل مـني ومنـكـم تـلاوتـه انـه هـو الـسـمـيـع الـعـليـم

Khutbah  ke II

ألـحـمـد للـه حـمـدا كـمـا أمـر. أشـهـد ان لا الـه الا اللـه وحـده لا شـريـك لـه اٍ رغـامـا لـمـن جـحـد بـه وكـفـر. وأشـهـد ان مـحـمـدا عـبــده ورسـولـه سـيـد الـخـلائـق والـبشـر. اللـهـم صـل عـلي سـيـدنـا مـحـمـد ن الـمـخـتــار، وألـه الأطـهـار، وأصـحـابـه الأخـيـار،. وسـلـم تـسـليـمـا كـثـيرا. أمــا بـعــد !

فـيـا عـبـاد اللـه أوصيـكـم واٍيــاي بـتقـوى اللـه فـيمـا أمـر، وانـتـهـوا عـمــا نـهــاكـم عـنـه وحـذ ر.واعـلـمـوا أن اللـه أمـركـم بـدأ فـيـه بـنـفـســه، وثـنـي بـمـلا ئـكـتـه  قـد سـه، ولـم يـزل قـائـلا عـلـيــما: اٍن اللــه ومـلا ئـكـتــه يـصـلــون عـلـي الـنـبـى يـا أيـهـا الـذ ين أمـنـوا صـلــوا عـلـيـه وسـلـمــوا تـسـلـيـمـا.

” اللـهـم اغـفـر للـمـسـلـمـين والـمـسـلـمــات والـمؤ مـنـين والـمـؤ مـنــات ألأحـيـاء مـنـهـم والأنـوات. اللـهـم طـول عـمـورنـا في طـاعتـك وطـاعـة رســولـك واجـعـلنــا مـن عـبـادك الـصـالـحـين. وصـلى اللـه عـلى سـيـدنا مـحـمـد الـنـبي الأمـي وعـلى ألـه وصـحـبـه وبـارك وسـلـم. والـحـمـد للـه رب الـعـلـمـين.” ولـذكـر اللـه أكـبـر.

                                                                                                  Mesjid at_Taqwa Kaliwadas

25 Juni 2010  M./ 12 Rajab 1431 H.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s