Meraih Cinta Allah dengan Berkurban

suasana-kesibukan-panitia-kurban-pemotongan-daging-tulang-hewan-kurban-yang-akan-dikilo-dan-bagikan-pada-yang-berhak-2013-10-15 09.40.35Idzul-adha lazim disebut sebagai hari raya kurban. Ia dihitung mulai terbitnya fajar mulai tanggal 10, 11, 12, hingga tanggal 13 Dzulhijjah. Artinya pada empat hari itu kita diperkenankan / disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban, bertakbir, tahmid dan tahlil dengan kalimat yang khusus ;

اللــه اكبــر……اللــه اكبـــر……اللـــه اكبــر, لا الــه الا اللــه واللــه اكبــر….اللــه اكبــر وللــه الحـــمد

” Allah Maha Besar…..Allah Maha Besar….. Allah Maha Besar, Tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah dan Allah Maha Besar….. Allah Maha Besar dan segala pujian hanya kepada Allah ”
Sejarah masa lalu sisi kehidupan Nabiyullah Ibrahim ‘Alaihissalam ( As ) dan keluarganya menjadi tonggak sejarah diperingatinya hari raya kurban. Tidak sedikit perikehidupan beliau dan keluarganya yang menjadi ‘nafak tilas’ jamaah haji dari seluruh penjuru dunia. Salah satu peristiwa penting yang dapat kita ambil hikmahnya adalah kisah penyembelihan terhadap anak beliau dari istrinya : Si Hajar yang bernama Ismail As.

Berkorban dengan seekor domba atau hewan-hewan lainnya yang disunnahkan ( Sapi, Kerbau atau Unta ) menjadi salah satu barometer derajat seorang muslim dihadapan Allah SWT. Juga menjadi realisasi jiwa sosial mereka kepada sesama muslim lainnya, yang tidak mampu. Dan, karena berkurban juga disunnahkan bagi setiap muslim yang mampu, maka ibadah itu juga menjadi bentuk cinta seorang umat ( Islam ) kepada pemimpinnya ( Rasulallah SAW ).

Ibrahim As, disamping sebagai seorang Nabi dan Rasul dengan gelar Khalilullah karena ketabahan, kesabaran, jiwa sosial dan ketaatannya kepada Allah SWT, beliau juga seorang kepala rumah tangga yang jujur, ikhlas, sabar dan bertanggung jawab. Beliau sangat mencintai istri dan anaknya. Namun demikian, cintanya kepada mereka tetap terkalahkan oleh cintanya kepada Allah SWT. Salah satu bukti ketika perintah penyembelihan anaknya, karena ‘kelalaian’ beliau ( bernazar ) ketika dipuji para Malaikat tentang kedermawanannya, beliau lalu langsung melaksanakannya. Allah kemudian menggantinya dengan seekor domba dari Surga.

Kisah penyembelihan domba itu kemudian menjadi ritual ibadah umat Islam yang telah mampu untuk berkurban pada hari raya kurban [ ‘Idzul Adha ], sebagai bentuk cintanya kepada Allah serta kasih sayang kepada sesamanya yang tidak mampu.

Wallaahu a’lam bish-shawab.

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Gambar | Pos ini dipublikasikan di 'Idzul Adha, bulan suci, Hari Raya Islam, Islam, Kisah Nabi dan Rasul, kisah nyata, Kisah teladan dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s