Bumiayu Brebes Bershalawat

habib-lutfi-pekalongan-dalam-bumiayu-bershalawat

Ribuan umat Islam memadati jalan Pangeran Dipenogoro depan Mesjid Agung Baiturrahim Bumiayu. Mereka datang  dari berbagai daerah, khususnya Brebes bagian Selatan. Sebuah acara yang diprakarsai oleh Polres Kabupaten Brebes bekerja sama dengan pengurus mesjid kebanggaan wong Bumiayu itu, dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1434 Hijriyyah.

Bumiayu Bershalawat adalah tema acara yang diadakan kemarin malam tanggal 23 Mei 2013. Dihadiri oleh Polres Kabupaten Brebes, Bupati, DPRD II, Muspika dan seluruh jajarannya. Tidak ketinggalan para habaib, ulama, dan tentu para muhibbin yang datang berjalan kaki dan dengan kendaraan masing-masing.

Acara dimulai setelah Isya dengan pra acara irama Rebana Hadrah dari Pondok Modern Darunnajat, Tegal Munding, Pruwatan. Kemudian lantunan lagu ” Indonesia Raya ” dinyanyikan bersama. Selanjutnya sambutan-sambutan dari pihak panitia mesjid, polres Brebes dan ibu Bupati. Pada kesempatan itu Kapolres Brebes AKBP Kif Aminanto juga sempat mengumumkan pengangkatan anak asuh polres Brebes yang beliau tegaskan bukan sebagai anak asuh Kapolres, tapi anak asuh Polres Brebes. Alasan beliau karena jika jabatannya sebagai Kapolres suatu waktu dimutasi ke daerah lain, maka anak asuh Polres Brebes tetap akan ada yang meneruskan. Dan otomatis Kapolres yang baru sebagai penanggung jawabnya.

     Tausiah KH. Dirjo Tegal dan Habib. Lutfi bin Ali bin Yahya Pekalongan

     Bertindak sebagai pembicara pada malam itu adalah KH. Dirjo dari Tegal. Kyai lulusan pondok Buntet Pesantren Cirebon dengan gayanya yang lucu itu mengajak berdialog para pengunjung. Pesan beliau agar tetap bersikap baik dan santun kepada siapapun. Beliau juga sempat melontarkan empat pilar hasil ‘nimba ilmunya’ pada Habib Lutfi. Empat pilar tersebut adalah; Mengamalkan Pancasila, UUD ’45, Bhineka Tunggal Ika dan cinta NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia ).

Sebagai pembicara terakhir adalah Habib Lutfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan. Pesannya kurang lebih sama, yakni berbicara mengenai akhlak kepada sesama, terutama kepada anak yatim (anak yang ditinggal mati ayahnya). Bahwa, menurut beliau, anak yatim adalah tidak termasuk sebagai penerima zakat. Karena mereka adalah sebagai anak setiap muslim lainnya. Maka hukumnya wajib bagi setiap muslim, terutama yang mampu, untuk mengasihi dan menyayanginya. Saran beliau dengan tegas juga dinyatakan, bahwa hendaknya panti-panti dengan nama panti asuhan yatim-piatu dan sejenisnya bisa dihapus dan diganti nama dengan nama yang lebih baik lagi, seperti taman pendidikan mawar dan sejenisnya. Beliau khawatir suatu saat anak-anak yatim itu jika sudah dewasa menjadi sedih dan minder karena menjadi bahan gunjingan, kalau mereka berasal dari panti asuhan.

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Hari Raya Islam, Islam, isra mi'raj, Kisah teladan, Nabi Muhammad SAW, Syiar Islam. Tandai permalink.

2 Balasan ke Bumiayu Brebes Bershalawat

  1. Noer berkata:

    Bershalawat, sangat menyejukan hati …

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s