Jurus Baraqah Kyai Bag. VIII

Ikhlas dan Bersyukur Kunci Kesuksesan
Segala puji milik Allah SWT, Tuhan semesta alam. Bagi-Nya seluruh kerajaan langit dan bumi. Tidak ada kejadian apa pun yang menimpa makhluk-Nya kecuali telah tercatat oleh-Nya di Laukhil-makhfudz. Dan janji Allah bukan sebuah dusta tapi bukti [nyata]. Baik janji kesenangan[surga] maupun kesedihan [neraka], di dunia maupun akhirat kelak. Maka, barangsiapa yang bersyukur atas semua nikmat yang Dia berikan, sungguh Dia akan terus menambahnya [nikmat itu]. Demikian salah satu nukilan ayat al-Quran. Barang siapa yang bersimpuh, memasrahan kesulitannya hanya pada-Nya, maka Allah mendengar dan memberikannya jalan keluar. Dan barang siapa yang mengikhlaskan ujian atau cobaan yang Allah berikan, maka Allah juga akan menggantinya dengan jalan yang tidak disangka-sangka [min khaitsu laa yakhtasib].
     ” Semakin engkau ikhlas maka akan semakin cepat Allah menggantinya…” demikian guru kami bernasihat, ketika Desember 2011 yang lalu transaksi bisnis besar kami yang sudah disepakati tiba-tiba dighashab oleh orang lain. Dia membanting harga hingga berkurang 47 % dari harga yang telah kami sepakati dengan perusahaan rekanan !
” Orang yang telah dilamar tidak boleh dilamar lagi. Bisnis kadang memang harus ‘kejam’, tapi tidak demikian seharusnya jika pelakunya benar-benar seorang muslim yang ingin mengamalkan muamalahnya secara syar’i. “
Kegagalan adalah Guru Kesuksesan yang Tertunda
Apakah harga yang kami tawarkan dan telah disepakati bersama terlalu mahal, sehingga rekanan kami kemudian meminta harganya dikaji ulang ? [Baca : Rebana Merek Solichin Toip Mahal ?]. Jawabannnya adalah sama sekali tidak. Karena sesuai kesepakatan, jenis barangnya pun adalah kualitas high class [exlusive]. Sementara dia  menawarkan barang kualitas Koden [murahan] dengan asumsi akan ada penghematan uang sebesar 47 % kali sekian unit dibanding harga kami.
     Kami akhirnya memilih membatalkan karena tidak ingin ‘melukai hati siapapun’. Juga tidak ingin imej kami sebagai pengrajin rebana berkualitas terbaik hancur gara-gara melayani kelas murahan [koden] tersebut, meski itu partai besar. [Baca : Merek Solichin Toip Dipalsu, Red.]
     Demikian merupakan pengalaman pahit namun kami telah menganggapnya indah nan membawa hikmah. Setidaknya kami tetap bisa belajar bersyukur dan menerima ujian Allah. Dan kami juga bisa mengetahui, bahwa Allah telah ‘membongkar’ begitu luas dan jelas tentang sepak terjang bisnis tetangga kami itu. Dengan setengah bercanda kami jadi memiliki istilah ” Darah boleh sama, namun soal duit tidak. “
     Dan Allah memang tidak pernah bohong. Firman-Nya dalam al-Quran adalah kepastian. Alhamdulillah Dia kemudian menggantinya dengan jalan lain yang sama sekali tidak disangka. Kami bisa menerima order dalam satu bulan sampai 45 pelanggan sekaligus dengan maksimal 25-an orang yang dapat kami layani pada bulan itu ! Sayang sekali kami dengan sedih dan terpaksa harus mempanding order-order dari beberapa toko musik di pasar ikan, Jakarta, langganan lama kami, karena harus mengutamakan pelanggan-pelanggan dari grup musik baru. Dan itu terus berlangsung hingga sekarang. Ini belum pernah terjadi sebelum ada kejadian tersebut. Subhaanallah…

Bersambung ke Jurus Barakah Kyai Bag. IX
Atau baca kembali;

Jurus Barakah Kyai Bag. I

Jurus Barakah Kyai Bag. II

Jurus Barakah Kyai Bag. III

Jurus Barakah Kyai Bag. IV

Jurus Barakah Kyai Bag. V

Jurus Barakah Kyai Bag. VI

Jurus Barakah Kyai Bag. VII

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di Bisnis Islami, Islam, kisah nyata, Kisah sukses, Merek palsu, Musik Islami, Renungan, Syiar Islam dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s