Jurus Barakah Kyai Bag. IV

      Era 2000-an alat musik Mapsi ( Mata Pelajaran dan Seni Islam ), sebuah seni musik ekstrakulikuler  bagi sekolah-sekolah dasar dan lanjutan pertama di Jawa Tengah, mulai booming. Dan lagi-lagi industri alat musik Kaliwadas, Bumiayu tertinggal selangkah dari produk daerah lain. Segera kami menghubungi  beberapa agen/ jaringan kami untuk mencari informasi sedetil mungkin mengenai alat musik yang kerap dilombakan mulai tingkat antar sekolah, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi JawaTengah itu. Dari mulai bentuk alat, warna bodi pavorit, komposisi, kolaborasi, hingga harga per seatnya itu.

Informasi yang didapat dari mereka segera kami tindak lanjuti. Pertama yang harus kami lakukan adalah mengajak kerja sama dengan pencari kayu bahan rebana Mapsi serta pembubutnya. Maka, dengan bermodal foto produk daerah lain, terbentuklah bahan mentah rebana Mapsi yang siap digarap.

     Jamaknya rebana Mapsi terdiri dari 4 rebana Hadrah, 3 Gendung ( Bass, Bariton dan Tenor ), 3 Kenthang-Kenthing-Kenthung ( Kemping ), dan 1 buah Tamrien/ Markis. Namun ada beberapa sekolah yang kemudian menambahkan berberapa alat musik lain seperti Gendang Remo Hadrah, Snare Drum Hadrah, Cymball Statis, hingga Saron ataupun Keyboard.

       Maka bertambah satu produk lagi alat musik Islami produk Suara Tunggal Bahana merek Solichin Toip. Dan, jamaknya persaingan bisnis, disaat kami merasakan nikmatnya melayani pesanan rebana Mapsi dari sekolah-sekolah, maka industri lain pun ikut-ikutan membuatnya. Dan, seperti biasa, persaingan harga pun tak bisa dihindari.

    Pesaing kami rupanya cukup jeli. Mereka menyebarkan banyak pengedar rebana, berkeliling langsung dengan sepeda motor dari sekolah satu ke sekolah lainnya, dari satu kota ke kota lainnya, hingga ke pelosok-pelosok di mana ada sekolahnya di sana. Harga yang mereka tawarkan pun cukup murah dan membuat puluhan sekolah/ guru-gurunya tergoda dan membeli produk mereka. Imbasnya ? Kami mulai sepi pemesan rebana Mapsi hingga tiga bulanan lamanya.

     Mungkin Anda berfikir kami akan menurunkan harga agar tidak kehilangan calon pelanggan baru. Tapi tidak ! Kami lantas membuat empat varian atau alternatif kualitas dan harga. Yaitu kelas Koden ( termurah atau murahan, seperti yang kerap diedarkan produk lain ), Standard ( sedang ), Super ( mahal ), dan Exlusive (  amat mahal ). Tiga kelas terakhir kami garansi selama satu tahun plus layanan purna jual ( tukar tambah ) dan servis murah.  Bahkan untuk kelas terakhir ( Exlusive ), kami menjamin kualitas di atas produk mana pun ! ( Baca juga ; Alternatif Kelas dan Harga )

   Alhamdulillah, perlahan namun pasti, strategi kami mulai memperlihatkan hasilnya. Pelanggan-pelanggan baru mulai berdatangan memesan produk rebana Mapsi kami.

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di kisah nyata, Kisah sukses, Musik Islami, Sejarah Rebana, Syiar Islam dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s