Jurus Barakah Kyai Bag. III

Boomingnya seni rebana Hadrah di berbagai daerah di Indonesia pada era 1999, menjadi berkah tersendiri bagi home industry Suara Tunggal Bahana yang sudah lebih dulu memproduksinya. Pesanan datang dari puluhan daerah khususnya di tanah Jawa. Bahkan, kami merasa kewalahan karena kebanyakan meminta dibuatkan lebih cepat, dalam waktu satu minggu. Alhamdulillah kami dapat memenuhi semua pesanan yang masuk.

Pada akhirnya, lambat laun rumah industri lain pun ikut-ikutan memproduksi alat musik pengiring shalawat ini. Maka, persaingan usaha dan harga pun tidak bisa dihindari. Kami pun segera berbenah dan membuat prinsif serta layanan yang baru dan berbeda agar tetap berada di posisi yang diperhitungkan oleh calon dan konsumen setianya. Bagaimana agar kami tetap eksis dan mereka tetap tidak meninggalkan kami dengan adanya produk Hadrah dan Bass murahan dari merek lain (baca Prinsif dan Layanan Produk Suara Tunggal Bahana).

Awal tahun 2000-an toko Setia Musik di jalan Pasar Ikan, Jakarta atau tepatnya di jalan menuju makam waliyullah habib Ali Husain Al-Idrus, Luar Batang menjadi prioritas pertama ekspansi ( pelebaran sayap ) produk Hadrah merek SolichinToip agar bisa dikenal di kota metropolitan itu. Kami pun membuat produk khusus dan berbeda dengan produk lain yang kebetulan sama-sama mengisi barang di toko yang berada persis di seberang musium Bahari tersebut ( baca : Sejarah Rebana Kaliwadas-Bumiayu ). Dan alhamdulillah, dalam waktu kurang dari satu tahun rebana Hadrah merek Solichin Toip telah mulai dikenal luas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Bahkan beberapa toko musik/ rebana lain di beberapa wilayah Jakarta dan seberang pulau Jawa ikut berbelanja produk rebana Hadrah merek kami dari sana.

Di luar Jakarta, Suara Tunggal Bahana juga menggarap pangsa pasar khususnya di kandang sendiri seperti Brebes, Tegal, dan Banyumas yang meliputi Cilacap, Kota Purwokerto, Purbalingga dan Banjarnegara. Bahkan untuk kota terakhir, Banjarnegara, hampir 75 % lebih menggunakan produk rebana Hadrah berbagai versi dengan merek Solichin Toip. Hal ini berdasarkan pada catatan atau nota penjualan dengan alamat desa serta kecamatan yang hampir merata di sana.

Baca Jurus Barakah Kyai Bag. II

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di kisah nyata, Kisah sukses, Syiar Islam, zikir dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s