Jurus Barakah Kyai Bag. II

Sambungan dari Jurus Barakah Kyai Bag I.

Kuningan, adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Barat  dan beribukota Kuningan. Letak astronomisnya di antara 108°23″ – 108°47″ Bujur Timur dan 6°45″ – 7°13″ Lintang Selatan. Kabupaten ini terletak di bagian timur Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cirebon di utara, Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) di timur, Kabupaten Ciamis di selatan, serta Kabupaten Majalengka di barat. Berhawa sejuk, saya menyebutnya dingin, karena pernah merasakan hidup di sini selama kurang lebih 1 tahun lamanya. Juga pernah merasakan dinginnya angin malam di atas bangku kosong yang sengaja ditinggalkan pedagang kala siang hari, di trotoar samping mesjid agung Kuningan, ketika tengah berkeliling memasarkan rebana dari rumah serta pesantren ke pesantren. Hingga pada akhirnya kami bertemu akhina Maksum di pesantren Raudlatuth-Thoolibiin, Kuningan. Perjuangan hidup yang amat berat dan luar biasa, menurut kami, demi meraih pangsa pasar rebana yang hampir punah. Dan alhamdulillah kerjasama itu masih berlangsung hingga sekarang.

Di rumah, ekspansi (terobosan) baru produk rebana segera kami susun dan kerjakan. Ia menjadi alternatif agar dapat mengangkat nilai jual kerajinan rebana Kaliwadas-rebana Bumiayu yang hampir collaps. Kami pun segera mengamati perkembangan yang tengah terjadi, terutama di beberapa pesantren yang notabene sebagai basis seni Islam itu dikibarkan. Dan ternyata, industri rebana Kaliwadas sudah tertinggal lama oleh produk daerah lain. Kerajinan rebana di desa Kaliwadas hanya berkutat pada pembuatan rebana Diba, Syrakal, Qasidah dan kolaborasinya saja. Padahal ada produk rebana lain yang tengah ramai dibicarakan, yakni rebana Hadrah versi Salafudin Pekalongan dan Simtudh-Dhurar (Al-Banjari).

Secara orang lain belum mengetahui dan memproduksi, kami segera bekerja keras membuat Hadrah dengan kolaborasi bass ceper, saat itu. Promosi gencar kami lakukan, meskipun dengan cara apa adanya seperti menyebar pamlet, kartu nama dan membuat jaringan dengan teman-teman di berbagai kota. Berhasil ? Alhamdulillah, lambat laun nilai jual rebana Kaliwadas mulai terangkat. Para pembeli berdatangan ke desa kami. Maka, para penikmat musik sholawat itu, yang kebetulan tidak langsung datang ke rumah kami otomatis tetap akan menggunakan produk kami juga, meski tanpa merek Solichin Toip. Karena pengrajin lain tetap akan datang membeli produk kami untuk melayani tamu atau pembeli yang datang ke rumahnya.

Bersambung ke Jurus Barakah Kyai Bag. III

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di kisah nyata, Musik Islami, Sejarah Rebana, Syiar Islam dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s