Jurus Barakah Kyai Bagian I [ Krisis Moneter 1997 ]

     Kisah sukses ( baca : berkah atau barakah ) produk alat musik Suara Tunggal Bahana merek ” Solichin Toip ” sengaja dibagikan dengan harapan pembaca dan teman-teman dapat mengambil hikmahnya ( jika ada ). Dan, insya Allah akan kami turunkan secara bersambung, sebagai bagian dari perjalanan hidup kami dalam mengelola usaha kerajinan alat musik Islami, tradisional dan moderen, baik kisah suka maupun  dukanya.

     Sahabat-sahabatku, Krisis moneter atau ekonomi yang melanda dunia dan Indonesia pada tahun  1997, bukan hanya menggulung-tikarkan puluhan perusahaan-perusahaan besar dan kecil di Indonesia, namun berimbas pula pada pendidikan pesantren saya yang sempat oleng, karena alat musik Islami khususnya Rebana, sebagai mata pencaharian orang tua kami, ikut limbung. Orang-orang tentu berfikir lebih baik membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokok dari pada mementingkan hobinya ( bermain Rebana ).
     Merasa prihatin dengan keadaan, maka saya harus memilih pilihan yang pahit, demi keberlangsungan pendidikan tiga orang adik saya. Saya pun keluar dari Pondok Moderen Darunnnajat Pruwatan, Bumiayu, Jawa Tengah, yang telah menempa selama kurang lebih empat tahun ( seharusnya minimal tiga tahun lagi saya berada di sana ). Cita-cita suatu saat meneruskan pendidikan di universitas al-Azhar, Cairo, Mesir pun lenyap seketika. Pada akhirnya saya menghabiskan hari-hari dengan membantu orang tua untuk mengembangkan kerajinan rebana.
     Tahun 1998 saya memisahkan diri dari label ” Toip ” yang menempel di kulit bagian belakang Rebana dengan menambahkan ” Solichin ” di depannya. Maka jadilah merek ” Solichin Toip ” dengan nama perusahaan ” Suara Tunggal Bahana ” sebagai merek paten dan produsen produk Rebana Hadrah, Diba/ syrakal, Bass, Qasidah, Marawis, dan produk-produk kami lainnya.

Pemasaran dari Pintu ke Pintu

Karena mengharapkan pembeli di rumah saja tidak begitu menjanjikan maka, masih pada tahun yang sama, saya berkeliling ke daerah Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat untuk menjual atau memasarkan produk Rebana, sekaligus mempromosikan merek STB [ Suara Tunggal Bahana ] sebagai salah satu pewaris ke II pengrajin Rebana berkualitas terbaik merek ” Toip ” dari desa kaliwadas, kecamatan Bumiayu, kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Umumnya pendatang baru, tentu nama kami belum dikenal. Beruntung, saya mempunyai embel-embel bin Toip yang notabene sebagai pengrajin pertama sejak 1950-an, sehingga saya merasa diuntungkan dengan kebesaran nama ayah kami tersebut. Selain itu, saya kebetulan juga pernah belajar mengaji di pondok pesantren Raudlatuth-Thoolibiin Lengkong, Garawangi, Kuningan, Jawa Barat, sehingga memudahkan untuk menjalin komunikasi lama. Hingga kemudian membuat jaringan bisnis dengan teman lama asal pribumi pula ( lingkungan pesantren ).

     Setelah sempat bersilaturahim terlebih dahulu dengan dua orang guru saya yang mulia  ( al-marhum al-maghfurlah ) KH. Uci Syarifuddin dan KH. Harun Ar-Rasyid, akhirnya beliau berdua berkenan membuat ‘memo’ kepada kami untuk bertemu dan membuat ‘kesepakatan bisnis’ dengan akhinal-kiram al-ustadz Maksum (salah satu keluarga mereka).

Bersambung ke  Jurus Barakah Kyai Bag. II

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di Barakah, kisah nyata, Kisah sukses, Kisah teladan, Pendidikan, Pesantren, Renungan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s