Artikel Rebana Hadrah versi Habib Syech

Safari sholawat Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf  di berbagai daerah di Indonesia membuat versi rebana Hadrah yang diusungnya kian populer saja. Di mana-mana grup Hadrah mencoba berkiblat pada aliran musiknya yang rancak, syahdu, dan dinamis, dengan iringan syair pujian [sholawat] kepada Rasulullah SAW.  Tidak saja di daerah- daerah di wilayah Indonesia, namun hingga ke mancanegara seperti Brunai Darussalam, Malaysia hingga Korea Selatan.

Jamaknya rebana Hadrah versi Habib Syeh yang kebetulan membeli produk Suara Tunggal Bahana, terdiri dari 4 buah rebana Hadrah, satu buah Bass Habib Syeh, 1 buah Dumbuk Pinggang dan 1 set Keprak yang meliputi 2 Keprak dan 1 Bass Angkat.

Istilah Bass Angkat berbeda-beda. Ada juga yang menyebut Tam-tam, Tung, dan lain-lain. Sementara kami menyebutnya dengan istilah Bass Chuck. Sedangkan untuk istilah Bass Habib Syech-nya banyak yang memesannya dengan istilah bass mika, karena kebetulan suara yang dihasilkan dari alat musik ini berupa bahan dari plastik mika. Bukan dari kulit seperti umumnya rebana.

Sebetulnya istilah Bass Mika, menurut kami, kurang tepat. Karena mika biasa digunakan untuk pembuatan gendang Pralon atau Triplek yang memang sudah mulai jarang peminatnya, tergantikan oleh gendang Tablag, Dumbuk dan lain-lain. Yang paling tepat mungkin Bass Head.

Suara Tunggal Bahana biasa membuat bass ini dengan menggunakan bahan dari head asli produk Taiwan, yang memang sudah tinggal pasang. Bukan head lembaran yang dibulatkan dan dibuatkan ring sendiri secara manual, kemudian diberi merek Rolling palsu, dll. Kenapa kami tidak menggunakan head lokal ( lembaran ) ? Karena head lembaran menghasilkan suara yang tidak memuaskan dan kurang awet serta mudah kendor. Akhirnya, biar lebih prestisius dan berbeda dari produk lain, kami menyebut bass ini dengan nama , BJ14”/Head, BJ16″/Head, BJ18”/Head, dan seterusnya. Atau jika menggunakan pantulan suara dari kulit maka kami menyebutnya dengan istilah BJ14”/Kulit dan seterusnya.

Adapun komposisi Rebana Hadrah Habib Syeh [berdasar nota pembelian konsumen ke produk Suara Tunggal Bahana. Red.] bisa kita lihat di bawah, dengan tiga alternatif kelas dan harga, serta disesuaikan dengan minat dan kemampuan pembelinya.

  • 4 buah Rebana Hadrah diameter/ garis tengah 29-31 cm X 7-9 cm
  • 1 buah Bass versi habib Syeh ukuran 16″ X 20 cm ( kami siap melayani pesanan ukuran 14″, 20″ – 24″ X 20-25 cm )
  • 1 buah Dumbuk Pinggang 8 ” X 37 cm
  • 1 buah Bass Chuck/ Thung/ Tangan/ Angkat/ Tam-tam 24-27 cm [kulit] atau 10″ [head]
  • 2 buah Keprak/ Koprok/ Kepyak 16-23 cm [kulit] atau 8″ [head]
  • Total 9 buah alat

Adapun untuk alternatif harga kami melayani mulai dari kualitas Standard, Super dan Exlusive. Silakan lihat daftar lengkapnya.

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di Hadrah Habib Syech, Kisah teladan, Renungan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s