Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

@Suara Tunggal Bahana

Isra Mi’raj seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab, seorang pengarang  Tafsir al-Misbah, adalah peristiwa yang luar biasa. Setiap kali kita mengagumi hal yang luar biasa, spontan kita mengucapkan perasaan kagum dengan kalimat ;  سـبحــن اللــه  atau Maha Suci Alloh. Demikian halnya ketika berkisah mengenai Isra Mi’raj, Alloh SWT mengawalinya dengan ungkapan ; Subhaanalladzi….

Lebih lanjut diuraikan dalam karya beliau, di awal surat al-Isra dipaparkan keluarbiasaan peristiwa tersebut, yang sekaligus juga menyucikan Sang Maha Kuasa dari dugaan-dugaan makhluk-Nya yang tidak taat ( orang-orang kafir ) bahwa Dia tidak kuasa melakukan hal yang luar biasa. Semua itu juga dalam rangka membuktikan bahwa perintah-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam surat an-Nahl; bukanlah karena Alloh tak mampu melakukan sesuatu dengan cepat.

اتــي امـر اللــه فـلا تسـتـعـجـلـوه. سـبحـنه وتـعـالى عـمـا يشـركـون : النحـل:1

Telah pasti datangnya ketetapan Alloh ( hari Kiamat ) maka janganlah kamu meminta agar disegerakan ( datang ) nya. Maha suci Alloh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Mengambil hikmah dari ayat tadi, bahwa kita tak perlu memaksa diri untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat. Ibarat makanan cepat saji/ instant, sesuatu yang instant atau cepat biasanya berkadaluarsa atau ada batasnya_tidak langgeng. Biarlah semua berjalan wajar, mengalir seperti air, terarah dan pasti tujuannya_tanpa mengurangi usaha dan doa . Pun halnya dengan hari Kiamat, jika ketetapan hari itu datangnya tidak saat itu kenapa kaum musyrikin memaksa-maksa Rosululloh membuktikan janji Tuhannya itu? Sebagai umat Islam cukuplah meyakini bahwa hari akhir itu pasti datang, karena itu adalah bagian dari rukun iman.

 واصـبـر ومـا صـبـرك الا بـاللــه ولا تحـزن عـليهـم ولا تـك فـي ضـيق مـمــا يمـكـرون : النحـل:127

Bersabarlah ( hai Muhammad ) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Alloh dan janganlah kamu bersedih hati  terhadap ( kekafiran ) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan.

Menurut Syaikh As-Sya’rawi, akhir surat an-Nahl tersebut menggambarkan kehidupan Rosululloh yang tengah menghadapi masa-masa sulit, yakni gangguan risalah beliau dari kaum kafir Quraisy yang kian menjadi-jadi, kesedihan karena wafatnya Abu Tholib, pamannya yang senantiasa membela dakwahnya, juga istri tercintanya_Khadijah_yang selalu mendukung dan menanamkan ketenangan kepada beliau. Kepergian anggauta keluarganya itu sangat dirasa oleh Rasululloh, sehingga tahun kematian itu disebut ‘Amulhuzn atau tahun kesedihan.

Alloh SWT tidak meninggalkan manusia pilihan-Nya ini dan membuktikan bahwa Dia selalu bersamanya. Seakan-akan Alloh menghibur dengan kalimat “ Kalau penduduk bumi menolak kehadiran dan menentang ajaran yang kau sampaikan, tidak demikian halnya dengan penduduk langit.  

Nah, bertolak dari kejadian-kejadian yang menimpa Rosululloh itulah kemudian Alloh meng-isra’mi’rajkan. Hikmahnya untuk kita antara lain adalah bahwa siapa saja yang tengah menegakkan kalimat Alloh, membela kesucian Islam, menjadi guru mengaji, berdakwah, mencari penghidupan yang halal, menjaga martabat rumah tangga dan keluarga, menjaga hubungan baik dengan orang tua, guru, teman, tetangga, bahkan non muslim sekalipun_jika semua itu didasari niat mengharap ridlo Alloh, menjalankan syariat Islam maka insya Alloh pasti Alloh akan menjadi penolong kita.

 ان تـنصــر اللــه ينصــركـم

Jika kamu menolong agama Alloh maka Alloh akan menjadi penolongmu.

Ayat pertama  surat al-Isra’ dimulai dengan menyebut keagungan Alloh, Subhanalloh. Dengan mengucapkan  kata Subhanalloh si pengucap mengakui, bahwa tidak ada perbuatan Alloh yang kurang atau tidak sempurna atau tercela, tidak ada ketetapan-Nya yang tidak adil, baik terhadap manusia, makhluk lain maupun si pengucap itu sendiri. Kata Subhanalloh juga biasa digunakan untuk menunjukkan kegaguman terhadap sesuatu. Dalam konteks ayat ini yang mengagumkan tersebut adalah peristiwa Isra Mi’raj Rasululloh SAW. Perjalanan Isra bukanlah atas kehendak beliau, juga tidak terjadi atas dasar kemampuannya, tapi semua itu atas kehendak dan kekuasaan Alloh SWT. 

Selanjutnya kata Lailan dalam ayat سـبحــن الـذي أســرى بـعــده لـيلا…  , sekilas, masih kata Quraish Shihab, tidak diperlukan setelah ada kata asra’ yang sudah mengandung arti ‘perjalanan malam’. Beberapa ulama berpendapat kata Lailan mengandung makna ‘sedikit’, sehingga dapat difahami bahwa perjalanan malam itu tidak berlangsung sepanjang malam, tapi hanya beberapa saat dari waktu malam saja. Bahkan riwayat lain menyebutkan, perjalanan malam itu berlangsung sangat singkat. Sehingga, ketika Rasululloh kembali ke rumahnya di Mekkah, beliau masih menemukan kehangatan pembaringannya yang baru saja ditinggalkan.

Ada juga ulama yang berpendapat, kata Lailan mengisyaratkan bahwa peristiwa yang mengagumkan itu terjadi di waktu malam ketika semua orang tengah tidur. Dengan demikian, perjalanan itu  bukanlah dengan jasad beliau, melainkan dengan jiwa. Sedangkan menurut Sayyid Quttub, kata tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang “ ketenangan malam dan ketenangan jiwa yang dipenuhi gerakan yang lemah lembut. “

Yang pasti, apa pun  pendapat mereka tentang tafsir surat al-Isra ayat 1 tersebut adalah insya Alloh masih dalam kerangka kekaguman mereka akan peristiwa Isra Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW. Juga hasil dari perjalanan itu yang berupa kewajiban sholat lima waktu.

Wallaahu A’lam bish-shawab.

 

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di Hari Raya Islam, isra mi'raj, Kisah Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad SAW, Syiar Islam dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s