Penganiaya Sesama Muslim dan Kafir dibalas oleh Allah SWT

English: A green version of http://commons.wik...

قــل تعــا لوا اتــل مــا حــرم ربـكم  عليــكم  ألا تشــركوا بــه شــيئا وبالوالــدين اِحســانا ج ولاتقتلــوآ أولادكم مــن امــلاق قلى  نحــن نرزقــكم وايــاهم ج ولا تقــربوا الفــواحش مــا ظهــر منهــا ومــا بطــن ج ولا تقــتلوا النفــس التي حــرم اللــه اِلا بالحــق ج ذلــكم وصـــــكم بــه لــعلكم تعقلــون.

Katakanlah : “ marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu : janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapa, dan janganlah  kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka ; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Alloh ( membunuhnya ) melainkan dengan sesuatu ( sebab ) yang benar “. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami(nya). “ (QS. Al-An’am : 151 )

Insya Allah secara tekstual kita sama-sama memahami arti ayat tersebut. Artikel ini kami tulis berdasar keterangan guru kami Dr. KH. Muhammad Abbas bin KH. Fuad Hasyim dari Buntet Pesantren Cirebon, atau yg lebih dikenal dengan panggilan Gus Abbas atau Kang Babas. Kami sengaja menulis hikmah ayat tersebut, bukan asbabun-nuzulnya.

ألا تشــركوا بــه شــيئا

       Menyekutukan bisa juga disebut berselingkuh, menduakan atau mengakui baik secara sadar atau tidak sadar adanya Tuhan selain Allah. Dan menyekutukan Allah tidak berarti orang-orang yang nyata-nyata menyembah berhala/ patung saja. Tapi yang kerap terjadi adalah ketika seorang muslim tidak menyadari perasaan menganggap dirinya paling berkuasa di antara muslim lainnya. Karena perasaan angkuh/ sombong itu sumbernya dari syaitan, sedangkan syaitan itu sendiri adalah bukan sekutu tapi musuh yang nyata.

Solusinya, jauhilah syaitan dengan jalan mendekat kepada Allah. Mendekat kepada Allah artinya mendekat pada ‘alim ulama atau orang-orang yang yang diberi amanah ilmu agama. Karena merekalah yang diberi warisan menyambung risalah Rasulullah SAW. Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim beribadah dengan ilmu, karena ibadah tanpa didasari ilmu itu bisa sesat dan menyesatkan. Analoginya jika kita hendak membetulkan genteng maka hendaknya menggunakan washilah tangga atau alat sebagai sarana agar bisa sampai ke atas. Jika ingin makan maka bekerjalah, jika ingin kaya maka berusahalah, jika ingin barokah maka terimalah hasil upaya dan doa yang telah Allah karuniakan, dan seterusnya…

وبالوالــدين اِحســانا

       Selanjutnya, berbuat baiklah kepada ibu bapak. Mafhum mukholafahnya, haram hukumnya menyia-nyiakan keberadaannya baik ketika mereka masih hidup ataupun ketika sudah meninggal. Lebih-lebih ketika mereka telah meninggal, maka seorang anak sudah seharusnya selalu mendoakan kebahagiaan mereka di alam lain,  menjaga martabatnya, meneruskan cita-cita baiknya serta menyambung silaturrakhim dengan teman-teman baiknya semasa hidup. Semuanya menjadi salah satu bukti bakti seorang anak kepada orang tua. Janganlah sampai orang-orang berkomentar kok anak-anaknya tidak seperti orang tuanya ? Atau pantas saja anaknya berakhlak tidak baik  karena, karena… dst… na’udzubillah min dzalik !

       Itulah salah satu alasan kenapa nisan kuburan orang umum tidak dianjurkan untuk ditulisi nama si penghuni kubur itu, karena dikhawatirkan aib-aibnya semasa hidup akan selalu menjadi bahan cerita/ gunjingan bagi para pencibir. Namun tidak demikian bagi kuburan orang ‘alim, nisannya dianjurkan untuk ditulisi namanya dengan tujuan tazkiroh, pengingat dan penyemangat ibadah bagi para peziarah.

ولاتقتلــوآ أولادكم مــن امــلاق. نحــن نرزقــكم وايــاهم

       Janganlah membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Karena setiap anak manusia telah mendapat catatan rezekinya masing-masing. Salah satu hikmah ayat ini adalah seorang muslim seharusnya sejauh mungkin menghindari mencari rezeki dari jalan yang tidak dikehendaki oleh Allah; mengambil hak orang lain, mengaku-ngaku sebagai orang lain untuk mendapatkan keuntungan pribadi, menggoshob, merampas, mencuri, korupsi, dan sejenisnya. Karena rezeki yang didapat dari jalan yang tidak sah nantinya akan mengalirkan darah yang tidak sah atau tidak halal bagi  anak keturunannya. Di samping dia juga telah menggali kuburan kebencian atau paling tidak perasaan teraniaya dari orang-orang yang telah dirugikannya. Sehingga, meski orang itu telah mengikhlaskannya, namun tidak demikian halnya dengan Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.

اٍتـقــوا دعــوة المظلــوم واٍن كــان كــافــرا. فــاٍنـــه ليــس دونـــها حــجا ب : الحــديــث

Takutlah kalian pada orang yang teraniaya sekalipun ia seorang kafir. Karena sesungguhnya tidak ada tabir ( penghalang ) antara dirinya dengan Tuhan.

       Hadits tersebut merupakan peringatan Rasulullah SAW kepada umatnya agar senantiasa berhati-hati menjaga hubungan dengan sesama muslim, bahkan dengan orang kafir sekalipun ( yang tidak memusuhi Islam ). Baik hubungan persaudaraan, pergaulan, perdagangan, pekerjaan, dan lain-lain. Tidak diperkenankan salah satu diantara mereka menyakiti atau menindas yang lainnya. Maka, dengan tanpa membalas pun, Allahlah yang akan ‘turun tangan langsung’ untuk membalaskan perasaan teraniaya mereka. Azab seperti apakah ? Wallahu a’lam.

ذلك بمــا قــدمت أيــديـــكم وأن اللــه ليس بظــلام للــعبيــد

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasannya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya. “ ( QS. Ali ‘Imron : 182 )

 

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di azab, Islam, pembalasan, peringatan Allah SWT, Syiar Islam, zikir dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s