Renungan Ahli Fikir dan Zikir

       Ahli fikir dan zikir atau UlFenomena ul-albab dalam persepsi Islam seperti yang diterangkan dalam kitab Tafsir Munir adalah orang yang berakal serta menggunakan akalnya untuk memikirkan ke-Esaan Allah dan Kekuasaan-Nya di setiap hela nafasnya. Seorang Ulul-albab jika menyaksikan keindahan dan ciptaan-ciptaan Allah lainnya maka hati dan mulutnya akan berfikir dan berdzikir, memuji Sang Penciptanya ( Tuhan YME ) dan bukan yang diciptakan-Nya ( makhluk ).

      Al-Quran surat Ali Imran menyebutkan : ” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. “Diciptakannya langit dan bumi dengan seluruh lapisannya yang yang berjumlah tujuh serta seluruh makhluk yang berdiam di dalamnya itu tak lepas dari ke-Mahakuasaan Allah SWT. Langit luas terhampar dan tak berbatas, wujudnya tak terpandang oleh penglihatan kita. Yang kita lihat di atas hanyalah hamparan biru yang kita sangka sebagai wujudnya. Padahal itu tak lebih jarak pandang kita saja yang hanya sampai di situ.

        Ayat tersebut  menyatakan kata langit dengan bentuk  jamak ( banyak ) sementara bumi dengan bentuk mufrod ( tunggal ). Kenapa harus beda bentuk kata sedangkan masing-masing berjumlah tujuh lapis ? Menurut keterangan itu karena tujuh lapisan langit saling terpisah sementara bumi yang berlapis sama saling menempel satu sama lain.
Hadits Rosulullah SAW menyebutkan : ” Barang siapa mengenal dirinya maka dia mengenal Tuhannya.

        Habib Zaen bin Sumaith dalam sebuah buku Islami menerangkan bahwa makna Hadits tersebut sebagai pengenalan diri kita menuju pengenalan Allah. Kalau seseorang mampu memperhatikan kekurangan dan kebutuhannya, mampu memperhatikan bahwa dia tidak sanggup mendatangkan manfaat untuk dirinya serta tidak sanggup menolak kemudaratan yang menimpanya, maka tahulah bahwa dirinya memiliki Tuhan. Tuhan Allah SWT yang menciptakannya menjadi manusia yang mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan. Allah yang memberikan nikmat, Yang memperlihatkan tanda-tanda perubahan usia, Yang menimpakan qodho dan qodar atau takdir baik dan buruk. Allah juga yang menilai semua langkah dan usahanaya sekaligus yang membalas seluruh perbuatannya. Dengan daya fikir dan dzikirnya yang mengarah ke sana maka seseorang telah mengenal Tuhannya dan menyatakan bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang harus taat dan mengabdikan hidup serta usahanya semata-mata karena Allah SWT. Waalaahu a’lam bish-showab.

Diolah dari berbagai sumber oleh Solichin Toip.

Tentang Solichin Toip

Pengrajin dan produsen alat musik tradisional Islamis dan modern al ; aneka versi Rebana Hadrah, Diba, Syrakal, Qasidah, Marawis, Gendang, Bedug dan Mimbar mesjid, Marching Band, anekea furnitur rumah tangga, dan lain-lain. Generasi ke II pengrajin Rebana terbaik dan pertama sejak 1950-an dari Bumiayu. Apresiasi tertinggi terpilih dalam program acara Laptop Si Unyil di Trans7 pada 21 April 2010 sebagai satu-satunya pengrajin rebana berkualitas terbaik se Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di Islam, Renungan, Syiar Islam, zikir dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Renungan Ahli Fikir dan Zikir

  1. bersyukur,melakukan segala sesuatu karena alah swt

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s